LPDP
Bismillah.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Menulis ini karena mau cerita pengalaman seru yang saya alami hari ini, harus saya tuangkan dalam tulisan karena bagi saya ini adalah moment berharga dan semoga menjadi sebuah doa yang di aminkan oleh malaikat. Aamiin ya Allah.
Saya menghadiri undangan kegiatan sosialisasi LPDP mewakili direktur UT Mataram. Ini kali ke 3 saya mengikuti kegiatan soasialisasi LPDP pada tahun ini, yang pertama kegiatan yang narasumbernya dari kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, kegiatan ke dua yang pematerinya dari Kementerian Keuangan, dan yang ketiga adalah kegiatan hari ini, pematerinya para penerima beasiswa LPDP dari NTB (termasuk mas Ahmad Munjizun yang pidatonya viral itu). Jadi lengkap sudah informasi yang saya kumpulkan. Alhamdulillah.
Ketika saya masuk itu diarahkan oleh penyambut tamu untuk duduk di barisan paling depan, tapi hanya ada 2 kursi kosong, samping kiri seorang wanita dan samping kanan laki – laki. Karena pilihannya duduk di samping wanita atau samping laki – laki, maka saya memilih yang di samping wanita.
Ternyata kursi deretan wanita itu adalah kursi para narasumber yang dimana beliau – beliau itu adalah para Awardee LPDP. Fix, saya salah duduk, harusnya di deretan yang bapak – bapak tadi karena itu kursi tamu undangan. Tidak apa – apa lah, toh akhirnya saya bisa tukar kontak dan diskusi dengan para orang hebat itu. Hehe.
Lalu, ada kejadian seru yang sangat membekas. Jadi setelah PJ Gubernur selesai memberikan sambutan dan pembukaan kegiatan, ada sesi penyerahan cindera mata dan foto bersama dengan semua alumni maupun Awardee LPDP NTB tahun 2023.
Pada saat sesi foto tersebut semua Alumni dan Awardee dipanggil ke depan dan saya juga dipanggil karena saya duduk bersama para pemateri, mana manggilnya kenceng banget bo. Yang manggil itu ketua Mata Garuda LPDP NTB, saya tolak dong, malu. Kan saya bukan alumni, belum awardee pun. Wong daftar aja belum. Mana itu terjadi di depan PJ Gubernur dan seluruh peserta yang menyaksikan. Asli sih jadinya awkward.
Tapi, kita ambil hikmah baiknya, semoga saja itu menjadi sebuah doa, agar saya bisa lebih kencang lagi dalam berusaha, lebih giat lagi dalam menggali informasi, lebih keras lagi dalam belajar. Sehingga prasangka baik dari ketua Mata Garuda LPDP NTB dan teman – teman alumni LPDP tadi bisa terwujud, semoga saya juga bisa menjadi salah satu Awardee dan menjadi bagian dari orang – orang hebat itu. Aamiin ya Allah.
Pada bulan Maret tahun 2023, saya sudah mengajukan ijin ke Fakultas untuk melanjutkan studi, tapi di tolak karena ada aturan baru yang berlaku di UT semenjak (UT menjadi PTNBH), untuk semua pegawai UT tidak lagi mendapatkan pembiayaan untuk studi. Beasiswa dari UT sudah di hapuskan, dan kami di syaratkan menggunakan biaya diluar dari UT dan harus mencoba kampus yang luar negeri.
Jujur saya down dan bener – bener kehilangan semangat, bahkan kursus saya di EF yang 4 bulan sia - sia. Mungkin rejeki saya bukan untuk beasiswa UT. Tapi entah kenapa tahun ini semangatnya muncul lagi dan bahkan saya ambil kursus bahasa asing yang setiap hari selama 1 tahun full. Semoga semangat ini membara terus, jangan patah lagi ya ning. Seberat apapun hidup ini, insyaAllah ada pelangi setelah hujan dan Allah bersama kita.
Kadang saya berpikir, apalah saya, cita – cita untuk mendapatkan beasiswa LPDP itu terlalu tinggi, tapi Kembali lagi ada Allah bersama kita. Menciptakan dunia dan seisinya saja Allah mampu, apalagi mengubah nasib seseorang. Toh saya yang anak petani, yang orang tuanya tidak lulus sekolah, seorang kuli pabrik tapi Allah pilih dan mampukan untuk menjadi PNS dosen, menjadi dosen di perguruan tinggi negeri, padahal saya sendiri belum pernah merasakan kuliah di Universitas Negeri. Maka berprasangka baiklah kepada Allah. Tidak ada yang mustahil bagi Allah.
"Huwallazi yuhyi wa yumit, fa iza qada amran fa innama yaqulu lahu kun fa yakun." (surah Ghafir ayat 68).
Oke, cukup sekian cerita hari ini, saya menulis ini disela rakorda, curi – curi waktu, padahal saya minggu ini sangat amat hectic. Semoga cerita yang saya tulis ini, ketika saya membaca kembali kelak hidup saya sudah berubah sesuai dengan doa saya hari ini. Aamiin.
Ditulis disini, untuk siapapun yang memiliki mimpi yang sama.
Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.
.jpeg)


Comments
Post a Comment