Akang Crush Ceunah
Hello 2024...
Udah lama nih ga curcol nulis disini.
Alhamdulillah di akhir tahun 2023 Allah kasih nikmat sakit, bahkan awal tahun 2024 masih pemulihan dan masyaAllah sekarang sudah membaik. Meski ya sempat merinding juga kala dokter menyarankan untuk operasi. Serem bo, auto nangis dan gemeter saya. Nikmat sehat itu emang luar biasa sih. Maka, siapapun kamu yang membaca tulisan ini, tetap jaga kesehatan dan selalu sehat yah.
Kali ini mau cerita tentang sepenggal kisah bagaimana saya kagum sama figur seseorang, ceile..
Saya pikir ini hanya kagum biasa saja, karena pemahaman ilmu agama dia yang cukup bagus. Tapi ternyata tidak sesederhana itu, rasa kagum saya itu membawa perubahan besar untuk saya, perubahan yang jauh lebih baik. Masyaallah dan alhamdulillah. Segala puji bagi Allah karena sudah memberi hidayah yang luar biasa buat saya.
Jadi, saya ketika ngobrol dengan orang tersebut saya menjadi pendengar yang sangat baik, ingin saya serap semua apa yang ada di kepalanya. Kadang berpikir, buku apa yang dia baca yah, kok pengetahuannya luas sekali. Apa lagi pengetahuannya tentang agama, saya diajarkan banyak hal. Menariknya dia menjelaskan dengan sangat baik, padahal yang dosen kan saya, kenapa dia bisa mengajar lebih baik dari saya?. Jujur, public speaking dia jauh lebih baik dari saya, bikin minder kan yah, jadi kalau saya mau ngomong tuh takut salah, haha.
Hikmahnya saya menjadi pribadi yang lebih baik secara spiritual, mau belajar agama dengan lebih banyak lagi. Awalnya sih karena tengsin dong disindir mulu, dia kalau nyindir pedes. Pertama ketemu jujur saya seneng denger dia bahas ilmu agama, jadinya saya tatap mulu, eh ternyata ga boleh memandang laki - laki yang bukan mahrom. Tidak hanya itu, emang dasar ya ilmu agama saya cetek banget, masa iya saya protes karena dia ga salaman sama saya, padahal ternyata itu cara seorang muslim menghormati wanita yang bukan mahromnya. Kalau di inget sekarang malu sih. SUER. Eh, tapi lebih malu lagi kalau inget dulu itu saya ngantuk berat pas denger dia bahas ilmu agama. Bayangin yah, di tengah orang yang sedang seru mengobrol tentang ilmu agama, saya doang yang nguap dan ngantuk. HAHAHA.
Nah, ternyata pengaruh seseorang terhadap diri kita itu besar yah. Jadi benar adanya, teman ngobrol kita berpengaruh untuk isi kepala kita. Maka saya menyimpulkan, jangan spending time untuk ngobrol dengan orang yang akan membawa dampak mudharat untuk hidup kamu. Catet.
Akhirnya sebagai bentuk keseriusan saya berhijrah, awal tahun 2023, tepat setelah ketuk palu sidang cerai, saya umroh dan itu menjadi keputusan terbaik di sepanjang hidup saya. Pada saat umroh saya mendapatkan banyak hidayah, banyak pembelajaran, banyak ilmu baru, ketemu banyak teman – teman yang sama yang sedang dijalan untuk memperbaiki diri. Bahkan berteman dengan salah satu mualaf dari negara lain, alhamdulillah dia banyak memberi nasehat dan sampai tukar kontak. Luar biasa yah rencana Allah, saya kehilangan seorang suami, tapi menemukan keluarga dan teman baru.
Setelah pulang umroh, alhamdulillah saya sedikit demi sedikit mulai merubah diri dimulai dari berpakaian, saya jadi merasa tidak nyaman jika berpakaian ketat, kecuali kalau sedang olah raga sih. Ternyata ngaruh, selama di Madinah dan Mekah saya sering pakai cadar dengan baju baju longgar, doakan istiqomah ya gaes.
Saya juga mulai aktif ikut kajian dan privat ngaji, bahkan semua keluarga juga heran dengan perubahan saya, alhamdulillah yah Allah maha baik. Tapi ya pasti ada minusnya, dan masih ada banyak sekali kekurangan. Emosi ya masih suka tidak terkontrol, harusnya kalau ngaji dengan bener ya jadi manusia yang lebih penyabar. Kebiasaan buruk yang paling susah dihilangkan adalah mendengarkan musik. Padahal musik itu haram kan yah. Awalnya sih bisa, tapi karena saya nge gym, maka ya kembali lagi, astagfirullah. Semoga nanti bisa berhenti mendengarkan musik – musik galau yang menyesatkan itu. Aamiin.
Kembali lagi ke urusan mas crush ((ceile crush, haha)) ekspektasi saya terlalu tinggi terhadap orang tersebut, karena kagum maka saya mengganggap dia sempurna. Yang tidak ada cacat, ya semacam tidak ada kekurangan gitu. Tapi saya keliru, dia hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa. Ada hal dimana saya sangat kecewa, awal mula masalahnya karena dia pernah cepu gitu. Maksud saya, orang dewasa tidak melakukan hal tersebut, itu biasanya tingkahnya bocah.
Hal lainnya lagi, dia melontarkan kata kata – kata yang kasar kepada saya ketika dia marah, menyindir saya di medsos dengan sangat kasar, membicarakan hal buruk tentang saya dengan orang lain. Ya rabbi.. disana saya sangat, sangat, sangat kecewa. Kok bisa orang yang paham agama berlaku demikian, bukankan membicarakan orang lain itu termasuk gibah? Bukankah orang yang paham agama itu tidak marah dengan membabi buta? Tapi kembali lagi, saya yang salah, ekspektasi saya yang salah, pikiran saya yang salah. Karena manusia tidak mungkin sempurna.
Rasa kecewa saya tetap ada dan tidak bisa saya pungkiri, tapi saya bersyukur dari hal tersebutlah yang membuat rasa kagum saya terkikis, menipis dan semoga menghilang.
Jujur saya takut, rasa kagum saya tersebut akan ditunggangi oleh syaiton. Bahkan saya berusaha sekuat tenaga agar menghindari pertemuan dengan orang tersebut. Meski saya harus mencari-cari alasan agar dapat menolak pertemuan. Entahlah, hati kecil saya merasa kalau itu akan jadi sesuatu yang salah dan menyulitkan saya kedepannya. Finalnya, saya bahkan sampai berdoa di mekah pada saat saya tawaf, saya meminta kepada Allah agar saya dijauhkan sejauh – jauhnya, bahkan berpapasan dijalan saja saya meminta untuk tidak dipertemukan.
Semoga Allah mengabulkan doa saya, wallahi saya sangat bersungguh - sungguh dalam hal ini.
Meski demikian, saya berharap semoga pahala terus mengalir untuk beliau, karena sudah berhasil memotivasi saya untuk sampai di titik sekarang. Banyak pelajaran dari hal ini, bertemu dengan orang yang salah/benar itu efeknya besar banget untuk perubahan diri kita.
Poin penting dari sepenggal kisah ini “usahakan jika kita mengagumi seseorang, maka kagumilah orang yang memang layak untuk di kagumi, agar jika kelak kita tidak lagi memiliki rasa kagum or something terhadap orang tersebut, minimal kita mendapatkan hikmah dan pelajaran terbaik untuk meningkatkan velue kita”.
Sekian. Bye 💕
Mataram, 6 Januari 2024
Ditulis disini untuk kamu disana.
__NSR__


Comments
Post a Comment